Setelah pensiun sebagai atlet, Xaverius Prawiro mendapat tugas sebagai Caretaker di AirZone BSD dengan klub AirOne. Di sini, dia tak hanya ingin menjadikan atlet pemenang tetapi membentuk karakter yang dibentuk melalui proses
Halo coach, Apa Kabar?
Ya Baik
Di AirOne basket ini mulai kapan sih?
Aku tuh mulai diajak gabung dari 2 tahun lalu. Ngomongin 2 tahun lalu itu, kita ngobrol, akhirnya jalan dan satu visi.
Nah visinya tuh sama.
Fokus di pembinaan. Nah saya dikasih impresinya itu adalah identitas diri. . AirOne visinya itu adalah building generation of star (Pembinaan). Kita gak tau, kita bukan orang terpintar, kita cuma nurut dan melangkah, itu hatinya itu.
Ngebawanya itu, kita gak tau kan, kita nanti jadi seperti apa, kita cuma melangkah dan percaya.
Tugasnya sendiri sebagai apa?
Caretaker. Sebenarnya basically ngurusin tempat ini dan connect sama community. Intinya ngurusin AirZone di BSD Tangerang Selatan dan memastikan semua sudah berjalan sesuai track dan SOP.
Seperti Apa program AirZone?
Kita punya empat pilar program. Ada AirOne Basketball, TCC Strength & Conditioning, Air Babies, dan Zone Community.
Apa yang beda bertugas di sini kalau dulu sebagai pemain kan dilayani sekarang melayani?
Dulu waktu bermain kan tanggung jawabnya cuma bermain dan diri sendiri, sekarang tanggung jawabnya adalah berhubungan dengan perkembangan orang lain dan community
Lalu apa lagi nilai yang ingin dibangun dari atlet?
Kami juga ingin membentuk karakter melalui pembinaan lewat Basket. Jadi, dalam setiap hal yang kami lakukan, kami selalu kembali kepada karakter. Kami punya nilai-nilai seperti Believe in God, integrity, Loyalty, Unity in diversity, Principled, Perseverance, Skills.
Jadi setiap kali melakukan sesuatu di ke 4 pilar program AirZone, kami selalu merujuk kepada nilai-nilai tersebut.
Apa saja nilai paling besar yang mau ditanamkan ke atlet?
Kita selalu ingin menanamkan nilai BILUPS di setiap apapun yang kami lakukan
Lantas apa yang diinginkan?
Kita selalu ngomongin tentang pembinaan melalui olahraga Bola Basket dan ingin menciptakan generasi bintang lewat olahraga bola basket
Itu yang jadi alasan utama untuk bisa gabung dengan klub ini?
Ya, kenapa saya mau berkolaborasi dengan AirOne, kenapa saya ada di AirOne? Itu karena hatinya sama. Karena kita maunya pembinaan dan peduli generasi. Pembinaan dan setia ama prosesnya. Bukan tentang menangnya. Menangnya pasti kita mau menang.
Tapi yang kita mau prosesnya. Kalau mereka bisa ngelakuin prosesnya, menang ini akan datang dengan sendirinya. Tapi kalau kita fokusnya menang, otomatis kita akan menghalalkan segala cara untuk dapat menang tersebut.
itu yang nantinya akan membentuk karakter sih pemain?
Iya, itu yang membentuk karakter mereka.
Karena kalau kita ngomongin tentang menang, berarti mereka harus punya fondasi dan karakter yang baik dulu dan salah satu mental pemenang itu adalah mereka tidak pernah menyerah dari awal sampe akhir walaupun mereka dalam keadaan kalah atau tidak nyaman, tetapi mereka tetap melakukan yang terbaik sampe selesai. Itu namanya mental pemenang
Di sini pembinaannya dari usia berapa?
Dari umur 3 tahun sampai 17tahun. Sebenarnya 18 tahun itu juga ada. Tapi biasanya 18 tahun itu kan mereka sudah menentukan arah tujuan hidupnya, apakah menjadi pemain pro or tidak
Oh iya, flash back sedikit sebagai atlet. Yang paling berkesan saat jadi atlet di momen apa?
Jadi sebenarnya setiap tempat itu ada momen-nya. Kalau di Aspac itu itu, gue dari kecil di Aspac. Dari 2002 sampai 2015 tuh, ya otomatis banyak banget.
Itu dari kecil diambil sama Koh Kim Hong. Sudah kayak papa gue sendiri gitu loh.
Jadi kalo ngomongin berkesan, di Aspac itu paling banyak kesannya tuh banyak di Aspac. Udah gitu setelah 2005 juara kan lama tidak juara. Baru juara lagi di 2012 dan 2013 back to back. Itu berkesan banget dengan menjalani prosesnya.
Kalau di klub lainnya?
Nah kalo di Pelita Jaya kan belajar namanya professionalisme. Iya benar-benar kontrak, semuanya by kontrak. Di Dewa United juga kurang lebih sama. Kontrak sekitar 2 tahun.
Jadi pembelajaran terbesar sebagai pemain, khususnya di Aspac?
Kalau belajar di Aspac itu bersama Koh Kim Hong soal kekeluargaan. Jadi, treat people kayak keluarga sendiri. kenapa di Aspac itu gak ada pemain yang cuma main satu atau dua tahun. Mostly kebanyakan berapa? 10 tahun bahkan lebih.
Ada yang dari awal sampai pensiun! Dari kecil sampe gede. Karena kenapa? Karena nge-treatnya kekeluargaan. Nah, kita mau ngebawa itu di AirOne. Jadi, mau pemain bagus atau pemain tidak bagus, mereka di-treat as a family, as a people dan bukan dari performance.
Di AirOne anak yang bisa main maupun anak yang biasa aja, mereka berhak untuk dapet pertandingan. Tapi tentunya pertandingannya dipilih ya sesuai dengan kemampuan membernya.

