– Duka mendalam menyelimuti Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.
Sebuah bangunan tua peninggalan era kolonial Belanda ambruk dan menimpa rumah warga pada Minggu (30/8/2026) sekira pukul 05.20 WIB.
Peristiwa tragis ini merenggut nyawa dua anak yang sedang tertidur di dalam rumah.
Kronologi Gedung Hogwan Ambruk Menimpa Rumah Warga
Insiden tersebut terjadi di RW 03 Desa Dukuhturi, tepat di sebelah barat Lapangan Asri.
Bangunan yang roboh menimpa pemukiman di sekitarnya saat para korban masih terlelap.
Dua anak berumur empat dan enam tahun menghembuskan napas terakhir akibat tertimpa reruntuhan material bangunan berukuran besar.
Plt Camat Bumiayu, Hendra Pradistyo, membenarkan bahwa tidak ada korban luka-luka dalam musibah ini selain dua balita yang meninggal dunia.
“Korban jiwa satu anak balita usia empat tahun dan satu anak usia enam tahun. Korban luka nihil,” kata Hendra seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (30/8/2026).
Sejarah Bangunan Bekas Pabrik Tapioka Tahun 1920
Bangunan tua yang runtuh tersebut dikenal warga setempat dengan sebutan Gedung Hogwan.
Hendra menjelaskan bahwa struktur tersebut awalnya bukan dibangun sebagai gedung olahraga, melainkan bekas pabrik tepung tapioka yang berdiri sejak 1920 pada masa penjajahan Belanda.
Setelah tidak lagi beroperasi sebagai pabrik, gedung berusia lebih dari satu abad ini dimanfaatkan warga sekitar untuk tempat berolahraga, seperti bulu tangkis.
Namun pada Minggu pagi, bagian konstruksi gedung mendadak runtuh.
“Bagian yang roboh itu yang menghadap ke selatan dan menimpa rumah warga,” ujar Hendra.
Dampak dari ambruknya gedung ini menyebabkan dua rumah warga mengalami kerusakan ringan.
Selain itu, bongkahan material menutup akses jalan kabupaten di sekitar lokasi secara total.
Hingga saat ini, penyebab pasti robohnya bangunan tersebut masih dalam penyelidikan.
Evakuasi Terkendala Material Berat, Petugas Tunggu Alat Berat
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Tramtib Kecamatan Bumiayu, Pemerintah Desa Dukuhturi, TNI, Polri, serta masyarakat sekitar langsung diterjunkan untuk mengevakuasi korban dan membersihkan puing-puing.
Kepala Pos BPBD Bumiayu, Budi Sujatmoko, mengungkapkan bahwa proses penanganan di lapangan sempat terkendala oleh bobot material bangunan yang sangat berat.
“Tim gabungan sedang membersihkan material secara manual dulu sambil menunggu alat berat,” kata Budi.
Ia menambahkan bahwa kedatangan alat berat sangat krusial untuk mempercepat penanganan di lokasi musibah.
“Alat berat untuk mengangkut material berat untuk mengevakuasi korban dan membersihkan sisa-sisa material,” kerjanya.
Hingga Minggu siang, belum ada warga yang dilaporkan mengungsi.
Petugas terus bersiaga dan memantau sisa struktur bangunan yang masih berdiri untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan, sembari melanjutkan pembersihan material yang menutup jalan.
()
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul “Innalillahi, Bangunan Tua Era Belanda Roboh Timpa Rumah di Brebes, 2 Anak Tewas”

