- KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU periode 2026–2031 melalui musyawarah mufakat sembilan anggota AHWA.
- Mekanisme pemilihan Ketum berubah dari one man one vote menjadi AHWA. Perubahan disetujui 401 suara, dengan 150 menolak dan 1 tidak sah.
- Sembilan anggota AHWA telah ditetapkan berdasarkan suara terbanyak dan kini bertugas menentukan Ketua Umum PBNU.
- Lima kandidat Ketum PBNU yang telah disetujui Rais Aam adalah Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin. KH Nusron Wahid gugur karena tidak memenuhi syarat administratif.
- Tahap penentuan kini berada di AHWA. Sembilan ulama tersebut akan memilih satu dari lima kandidat untuk menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.
Pukul 07.25 WIB – Gus Kikin Resmi Jadi Ketua Umum PBNU
Sidang AHWA muktamar ke-35 NU di PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Jatim memutuskan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.
07.00 WIB – Pengamanan Diperketat, Rantis Anoa TNI Masuk Area GSG Bahrul Ulum
Pengamanan di sekitar Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, diperketat pada Senin (31/8/2026) pagi.
Pantauan Tribun Jatim, sekitar pukul 07.00 WIB, kendaraan taktis (rantis) Anoa milik TNI terlihat memasuki area GSG Bahrul Ulum. Sejumlah personel keamanan juga tampak bersiaga di sekitar kawasan gedung.
Pengamanan dilakukan menjelang agenda penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Hingga pagi ini, persiapan dan pengamanan masih berlangsung.
06.00 WIB — Sidang Pleno Diskors
Sidang pleno Muktamar ke-35 NU di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, kembali diskors.
Pemilihan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 oleh sembilan anggota AHWA belum dilanjutkan.
05.45 WIB – Sidang Kembali Dibuka
Sidang pleno Muktamar ke 35 NU kembali dibuka. Pimpinan sidang menyatakan Rais Aam terpilih PBNU KH Miftakhul Achyar menyetujui kelima calon ketua PBNU yang diajukan.
Selanjutnya sembilan anggota AHWA akan memilih satu di antaranya menjadi ketua umum PBNU periode 2026-2031.
05.00 WIB – Paspampres mulai datang ke GSG Bahrul Ulum Tambakberas Jombang
Kedatangan Paspampres untuk menyiapkan kedatangan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan akan menutup Muktamar ke-35 NU pada Senin (31/8/2026).
Terkini, Sidang Pleno Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan lima calon kandidat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Kelima kandidat akan diajukan ke Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar untuk mendapatkan izin tertulis dan selanjutnya diputuskan ke Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).
04.10 WIB – KH. Nusron Wahid Tidak Memenuhi Syarat
Hasil sidang Tabulasi nama usulan calon Ketum PBNU masa Khidmah 2026-2031. Berikut lima nama usulan tertinggi.
Lima Nama Usulan final yang diajukan oleh pimpinan sidang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) ke Rais Aam yakni:
1. KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin
2. KH. Zulfa Mustofa
3. KH. Abdussalam Shohib atau Gus Salam
4. KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya
5. KH. Abdul Ghofar Rozin atau Gus Rozin
KH. Nusron Wahid yang sebelumnya berada di urutan ke limat dengan perolehan 207 suara dinyatakan tidak memenuhi syarat karena masih menduduki jabatan politis, menjabat sebagai menteri. Secara administratif tidak memenuhi syarat.
Karena yang diusulkan 5 nama, maka nama yang diusulkan selanjutnya adalah KH. Yusuf Chudlori (pemegang suara terbanyak nomor 6).
03.44 WIB – Hasil sidang Tabulasi nama usulan calon Ketum PBNU masa Khidmah 2026-2031.
Lima nama usulan tertinggi.
KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin 472
KH. Zulfa Mustofa atau Kyai Zulfa 262
KH. Abdussalam Shohib atau Gus Salam 261
KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya 258
K.H Nusron Wahid 207.
23.20 WIB – BREAKING NEWS: AHWA Tetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU periode 2026–2031.
Hasil sidang AHWA tersebut diumumkan oleh KH Anwar Iskandar pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 23.20 WIB, sebagai hasil Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.
Penetapan KH Miftachul Akhyar dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat, bukan melalui pemungutan suara. Menurut anggota AHWA, mekanisme tersebut dijalankan sesuai dengan tuntunan Alquran.
Sembilan anggota AHWA sebelumnya menggelar musyawarah di kediaman almarhum KH Wahab Hasbullah di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Musyawarah berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Dengan keputusan tersebut, KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam PBNU untuk masa khidmat 2026–2031.
Penetapan Rais Aam ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum Muktamar ke-35 NU melanjutkan proses pemilihan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.

