Gunakan Syarat Rp50 Miliar jadi Cara Doktif Tutup Pintu Damai untuk Shella Saukia

Ringkasan Berita:

  • Perseteruan antara dr. Samira Farahnaz atau Doktif dan Shella Saukia memasuki babak baru dari sudut pandang strategi hukum dan penolakan. 
  • Berawal dari ulasan produk skincare pada 2024 yang berbuntut dugaan persekusi di restoran pada awal 2025, Doktif kini menolak mentah-mentah upaya perdamaian yang diajukan Shella. 
  • Mengajukan syarat ganti rugi Rp50 miliar, Doktif menegaskan angka tak masuk akal tersebut merupakan taktik penolakan halus, sekaligus menyinggung persoalan finansial sang pengusaha.

 

Upaya pengusaha skincare asal Banda Aceh, Shella Saukia, untuk menyudahi perselisihannya dengan dr. Samira Farahnaz alias Doktif menemui jalan buntu. 

Konflik yang bermula dari ulasan negatif produk pada 2024 lalu berlanjut pada insiden pelabrakan di sebuah restoran pada awal 2025. 

Kejadian tersebut melahirkan laporan polisi terkait dugaan persekusi di Polda Metro Jaya. 

Kini, alih-alih mereda, fokus perselisihan bergeser pada cara Doktif menutup pintu komunikasi.

Shella sebenarnya sempat mengutus pihak ketiga untuk menjembatani proses mediasi. 

Namun, Doktif memilih mengambil jarak dan menetapkan posisi hukum yang tegas.

Agar penolakan tersebut tidak menyinggung perantara yang berniat baik, Doktif sengaja menetapkan syarat damai nominal fantastis senilai Rp50 miliar, sebuah angka yang ia yakini mustahil dipenuhi oleh pihak lawan.

Melalui akun Instagram pribadinya, Doktif menjelaskan latar belakang di balik penetapan syarat angka tersebut.

“Makanya itu Doktif nggak pernah akan mau damai sama kamu (Shella) ini adalah salah satu penolakan yang halus!” tegas Doktif dikutip Senin (31/8/2026).

Doktif tidak menampik bahwa ia menghormati sosok yang mencoba memediasi mereka. 

Namun, keputusan untuk tidak berdamai sudah bulat sehingga syarat berat terpaksa diajukan.

“Kenapa? Karena yang berusaha untuk menyatukan Doktif adalah orang yang sangat-sangat baik, hatinya tulus! Ya, nggak pernah sebutkan uang, tapi Doktif harus nolak,” imbuhnya lagi.

Selain menggunakan angka nominal tinggi sebagai benteng penolakan, Doktif juga menyoroti kapasitas finansial Shella Saukia. 

Dalam pernyataannya, ia menyinggung tanggungan kewajiban keuangan Shella yang diklaim mencapai angka puluhan hingga ratusan miliar rupiah ke pihak pabrik, sehingga syarat Rp50 miliar tersebut dinilai menjadi jalan buntu yang rasional.

“Ya, dengan cara begini. Ini angka yang nggak mungkin bisa kamu penuhi, karena kamu utangnya aja sama pabrik aja itu udah puluhan miliar, bahkan mau nyampe Rp100 miliar, kan? Bener gak?”

“Terus, daripada bayar ke Doktif, mending bayar ke pabrik dong. Kan logikanya begitu,” pungkasnya.

Langkah ini mempertegas bahwa Doktif memilih menyelesaikan seluruh urusan hukum melalui proses yang sedang berjalan di kepolisian, ketimbang merampungkannya di luar jalur hukum.

Pernyataan Shella Saukia Ngaku Dimintai Uang Rp 50 Miliar 

Sementara itu, lewat unggahan di Instagram pribadinya, Shella Saukia sempat curhat soal konfliknya dengan Doktif yang disebutnya tak berujung.

Lantaran permasalahan dengan dokter asal Surabaya, Jawa Timur ini telah mengusik hidupnya, Shella pun berusaha mengakhiri perseteruan itu.

Di mana sejak enam bulan terakhir, pengusaha dua anak ini menyebut dirinya telah berusaha berdamai dengan seterunya.

“Pada bulan juni kemarin, aku dan suamiku memohon ke seseorang… kami memohon untuk damai kan kami di jalan Allah, kami niat meminta maaf karena Allah,” tulis wanita yang akrab disapa Kak Shells ini, dikutip Jumat.

Alih-alih disambut baik, Shella justru mengalami kekecewaan saat permintaan damainya tersebut dibalas dengan permintaan uang yang nominalnya mencapai Rp50 miliar diduga dari pihak Doktif.

Permintaan uang Rp50 miliar ini disebut Shella sebagai syarat damainya dengan Dokter yang kerap tampil nyentrik bertopeng ini.

“Singkat cerita, setelah kami memohon perdamaian dia mengatakan lewat seseorang tersebut dia mau damai asal dengan syarat harus bayar Rp50 miliar,” bebernya lagi.

Tak perlak permintaan uang yang jumlahnya fantastis ini membuat Shella sedikit kecewa.

“Ya Allah runtuh rasanya dunia ini pas kami dengar Itu.. Mana ada uang kami segitu banyak hanya untuk sebuah jabatan tangan dan permohonan maaf,” tegasnya.

Kini Shella pun memilih pasrah apabila ajakannya untuk berdamai ditolak Doktif.

“Kalau dia menolak untuk damai juga nggak apa-apa, kalau dia menolak untuk maafin aku juga nggak apa-apa. mungkin sekarang belum,suatu saat nanti kebuka hatinya.. Allah maha membolak balikan hati manusia, pada akhirnya aku memutuskan untuk berserah diri lagi ke Allah,” tutup Shella Saukia.

(*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Baca Berita Lainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *