2 juta turis pergi ke Korea Selatan ternyata bukan liburan, ini tujuannya

Korea Selatan semakin dikenal bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai tujuan wisata medis, atau medical tourism.

Sepanjang 2025, lebih dari 2 juta warga asing tercatat datang ke Korea Selatan untuk mendapatkan berbagai layanan kesehatan.

Melansir JoongAng Daily, Minggu (30/8/2026), laporan tahunan Institut Pengembangan Industri Kesehatan Korea (KHIDI), sebanyak 2,01 juta warga asing datang ke Korea Selatan untuk menjalani perawatan medis, gigi, hingga prosedur bedah sepanjang 2025.

Jumlah tersebut melonjak 71,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan semakin tingginya minat wisatawan asing terhadap layanan kesehatan di Negeri Ginseng.

Wisatawan China dan Jepang mendominasi

Jika dilihat berdasarkan negara asal, wisatawan medis dari China menjadi kelompok terbesar.

Sebanyak 618.000 pasien atau 30,8 persen dari total wisatawan medis berasal dari China. Jepang berada di posisi berikutnya dengan sekitar 600.000 pasien.

Selanjutnya, terdapat sekitar 185.000 pasien dari Taiwan dan 173.000 pasien dari Amerika Serikat.

Besarnya jumlah pasien dari negara-negara tersebut menunjukkan bahwa Korea Selatan semakin menjadi pilihan bagi masyarakat asing yang mencari layanan kesehatan sekaligus memiliki kesempatan untuk mengunjungi negara tersebut.

“Ini adalah hasil dari meningkatnya persepsi bahwa teknologi medis Korea berkelas dunia, dikombinasikan dengan fakta bahwa rumah sakit dan klinik besar telah membangun sistem panduan multibahasa dan meningkatkan kenyamanan perawatan,” kata Yoon Ji-hwan, seorang profesor di Universitas Kyung Hee.

Perawatan kulit jadi pilihan utama

Salah satu layanan kesehatan yang paling banyak diminati wisatawan asing adalah dermatologi atau perawatan kulit.

Dari kelompok pasien yang menjalani perawatan dermatologi, sekitar 459.000 pasien berasal dari China. Jumlah tersebut disusul pasien asal Jepang yang mencapai sekitar 399.000 orang.

Selain dermatologi, operasi plastik juga menjadi layanan yang banyak diminati wisatawan medis.

Untuk layanan bedah plastik, pasien asal Jepang menjadi kelompok terbesar dengan sekitar 97.000 orang, sedangkan pasien dari China mencapai sekitar 57.000 orang.

Belanjanya tembus ratusan miliar won

Menurut The Korea Times, wisata medis ini membawa pemasukan raksasa bagi Korea Selatan. Data terpisah dari Organisasi Pariwisata Korea (KTO) menunjukkan besarnya uang yang mereka habiskan.

Hanya di bulan Juli 2025 saja, wisatawan medis asing menghabiskan 213,08 miliar won atau sekitar Rp 2,5 triliun. 

Angka ini naik 66,5% dibanding tahun lalu. Bahkan, selama lima bulan berturut-turut dari Maret hingga Juli, pengeluaran bulanan mereka selalu di atas 200 miliar won.

Di antara klinik dermatologi, 459.000 pasien China menerima perawatan, diikuti oleh 399.000 pasien Jepang.

Di klinik bedah plastik, 97.000 pasien Jepang menerima perawatan, diikuti oleh 57.000 pasien China.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *