Program JKN bantu Lasiran jalani dua kali operasi prostat

Ringkasan Berita:

  • Kisah warga bernama Lasiran yang terbantu oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat menjalani operasi prostat
  • Keikutsertaan Lasiran dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) awalnya bukan karena alasan sakit.
  • Lasiran mendaftarkan diri sebagai peserta JKN karena adanya keperluan administrasi yang mengharuskannya memiliki jaminan kesehatan.

, SOREANG – Keikutsertaan Lasiran dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) awalnya bukan karena alasan sakit. Ia mendaftarkan diri sebagai peserta JKN karena adanya keperluan administrasi yang mengharuskannya memiliki jaminan kesehatan.

Saat itu, ia merasa kondisi tubuhnya baik-baik saja dan tidak memiliki keluhan kesehatan apa pun.

Namun, hanya beberapa minggu setelah kepesertaan JKN-nya aktif, Lasiran mulai merasakan keluhan kesehatan tubuh. 

Ia mengalami kesulitan buang air kecil, kondisi yang sebelumnya tidak pernah ia alami. 

Keluhan tersebut mengharuskan ia mendapat pertolongan medis sesegera mungkin.

“Pagi-pagi sekali saya berangkat ke puskesmas karena sudah tidak tertahankan. Setelah diperiksa, saya langsung diminta pasang kateter,” ujar Lasiran, Selasa (30/12).

Tak lama setelah tindakan awal dilakukan, Lasiran langsung dirujuk ke rumah sakit pada hari yang sama untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan konsultasi dengan dokter spesialis.

Dari hasil pemeriksaan, dokter memastikan bahwa Lasiran mengalami gangguan prostat dan membutuhkan tindakan operasi.

Di tengah kondisi tersebut, Lasiran mengaku bersyukur karena status kepesertaan JKN-nya sudah aktif dan dapat langsung digunakan.

Seluruh proses rujukan, pemeriksaan, hingga persiapan operasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah meskipun baru daftar BPJS, ternyata bisa langsung dipakai. Saya benar-benar terbantu karena tidak perlu memikirkan biaya,” katanya.

Lasiran kemudian menjalani operasi prostat pertamanya.

Setelah tindakan tersebut, kondisinya berangsur membaik dan ia kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Ia juga rutin melakukan kontrol serta mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Meski demikian, dokter telah menyampaikan bahwa pada beberapa kasus, operasi prostat memang perlu dilakukan lebih dari satu kali agar kondisi benar-benar pulih.

Beberapa bulan kemudian, keluhan sulit buang air kecil kembali dirasakan oleh Lasiran.

Ia pun kembali memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan dokter menyarankan tindakan operasi kedua.

“Semua prosesnya kembali menggunakan JKN. Dari pemeriksaan sampai operasi kedua, semuanya ditangani dengan baik dan pelayanannya layak,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut membuat Lasiran semakin memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan sejak dini.

Menurutnya, Program JKN memberikan perlindungan yang nyata dan rasa aman bagi peserta.

Ia menilai kehadiran JKN sangat membantu, terutama ketika kondisi kesehatan datang tanpa dapat diprediksi.

Lasiran mengungkapkan bahwa kepesertaan JKN memberinya ketenangan dalam menjalani pengobatan.

Ia merasa terbantu karena dapat fokus pada proses pemulihan tanpa dibayangi kekhawatiran biaya. 

Dengan adanya jaminan kesehatan, ia menilai akses layanan medis menjadi lebih pasti dan terjangkau.

Lasiran melihat Program JKN sebagai bentuk nyata perlindungan negara di bidang kesehatan.

Program ini dinilainya mampu memastikan peserta memperoleh layanan yang layak dan menyeluruh. 

Selain itu, JKN juga memberikan kepastian pembiayaan sehingga masyarakat tidak terbebani biaya pengobatan. 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *